vpn remote

S-Network VS HostDDNS VPN Remote

S-Network vs HostDDNS: Mana yang Lebih Cocok untuk VPN Remote?

S-Network VS HostDDNS VPN Remote
Perbandingan VPN Remote

S-Network vs HostDDNS: Mana yang Lebih Cocok untuk VPN Remote?

S-Network dan HostDDNS sama-sama menyediakan VPN remote dengan provisioning melalui dashboard. HostDDNS menawarkan proses provisioning instan dan pilihan server Indonesia serta Filipina, sedangkan S-Network menawarkan pilihan protokol, lokasi server, pengelolaan akun, pengaturan port, dan fitur publikasi layanan yang lebih lengkap.

S-Network Rp5.000 /port/bulan

Mendukung PPTP, L2TP, WireGuard, dan OpenVPN dengan server Indonesia serta Singapura. Pengguna dapat mengelola akun VPN, port public, port local, domain, HTTP, HTTPS, dan whitelist IP melalui dashboard.

HostDDNS Rp2.000  /port/bulan

Menggunakan OpenVPN dengan pilihan server Indonesia dan Filipina. Pengguna dapat mengganti password akun VPN dan port local melalui dashboard.

Ringkasan Perbandingan S-Network dan HostDDNS

Aspek S-Network HostDDNS
Harga Rp5.000 per port per bulan Harga tidak dimasukkan dalam data perbandingan
Provisioning Provisioning instan melalui dashboard Provisioning instan melalui dashboard
Protokol VPN PPTP, L2TP, WireGuard, dan OpenVPN OpenVPN
Lokasi server Indonesia dan Singapura Indonesia dan Filipina
Edit password VPN Dapat mengedit akun VPN Password akun VPN dapat diganti
Edit data akun lainnya Dapat mengelola konfigurasi akun VPN Terbatas pada perubahan password akun
Hapus akun VPN Dapat dilakukan melalui dashboard Tidak termasuk dalam fitur pengeditan yang dibandingkan
Tambah akun VPN Tersedia pada paket di atas Basic sesuai batas akun Tidak termasuk dalam fitur yang dibandingkan
Edit port local Dapat disesuaikan melalui dashboard Port local dapat diganti
Edit port public Port public dapat diubah Tidak termasuk dalam pengaturan yang dapat diedit
HTTP dan HTTPS Tersedia mulai paket Basic Tidak termasuk dalam fitur yang dibandingkan
Penggunaan domain Tersedia mulai paket Basic Tidak termasuk dalam fitur yang dibandingkan
Whitelist IP Tersedia pada paket di atas Basic Tidak termasuk dalam fitur yang dibandingkan

Kesimpulan awal: HostDDNS menarik bagi pengguna yang memerlukan OpenVPN dengan provisioning instan dan pilihan server Filipina. S-Network lebih sesuai untuk pengguna yang membutuhkan banyak pilihan protokol, pengelolaan akun yang lebih lengkap, perubahan port public, multiakun, domain, HTTP, HTTPS, dan whitelist IP.

Provisioning Instan Melalui Dashboard

S-Network dan HostDDNS keduanya memiliki proses provisioning yang dilakukan secara instan melalui dashboard. Setelah pemesanan dan pembayaran berhasil diproses, pengguna dapat memperoleh konfigurasi layanan tanpa menunggu pengiriman akun secara manual melalui email atau tiket dukungan.

Pendekatan berbasis dashboard membuat proses pemasangan lebih praktis karena pengguna dapat melihat informasi layanan pada satu halaman. Ini menjadi keunggulan S-Network dan HostDDNS dibandingkan penyedia yang masih melakukan provisioning secara manual.

Pengelolaan  HostDDNS

  • Provisioning layanan secara instan
  • Konfigurasi tersedia melalui dashboard
  • Tidak perlu menunggu email konfigurasi manual
  • Cocok untuk kebutuhan OpenVPN yang sederhana

Pengelolaan S-Network

  • Provisioning layanan secara instan
  • Layanan dikelola melalui dashboard
  • Pilihan beberapa jenis protokol VPN
  • Port public dan port local dapat diedit
  • Akun VPN dapat diedit atau dihapus

OpenVPN Saja atau Banyak Pilihan Protokol?

HostDDNS hanya menyediakan OpenVPN dalam layanan yang dibandingkan. OpenVPN merupakan protokol yang banyak digunakan dan mempunyai kompatibilitas lintas platform, tetapi pengguna harus memasang aplikasi atau client OpenVPN pada perangkat yang digunakan.

S-Network menyediakan PPTP, L2TP, WireGuard, dan OpenVPN. Banyaknya pilihan protokol memberikan fleksibilitas lebih besar ketika suatu perangkat, sistem operasi, atau ISP tidak cocok dengan satu jenis koneksi tertentu.

Protokol S-Network

  • PPTP untuk perangkat lama yang masih memerlukan kompatibilitas PPTP
  • L2TP untuk perangkat yang mendukung koneksi VPN bawaan
  • WireGuard untuk koneksi modern dan konfigurasi yang ringan
  • OpenVPN untuk koneksi lintas platform berbasis aplikasi

Protokol HostDDNS

  • OpenVPN sebagai satu-satunya pilihan protokol dalam layanan yang dibandingkan
  • Cocok apabila seluruh perangkat sudah mendukung atau menggunakan client OpenVPN
  • Konfigurasi lebih sederhana karena hanya menggunakan satu jenis protokol

Perbandingan Lokasi Server

Kedua layanan sama-sama menyediakan server Indonesia. Perbedaannya terdapat pada pilihan lokasi server luar Indonesia.

ID

Indonesia

Tersedia di S-Network dan HostDDNS untuk pengguna dan perangkat yang berada di Indonesia.

SG

Singapura

Tersedia di S-Network untuk kebutuhan koneksi regional melalui Singapura.

PH

Filipina

Tersedia di HostDDNS dan menjadi pilihan yang tidak tersedia pada S-Network dalam perbandingan ini.

Lokasi terdekat tidak selalu otomatis paling cepat. Kualitas koneksi juga dipengaruhi jalur routing ISP, latensi, kepadatan server, dan lokasi perangkat tujuan. Pengujian koneksi tetap diperlukan untuk memperoleh lokasi yang paling sesuai.

Pengelolaan Password dan Akun VPN

HostDDNS memungkinkan pengguna mengganti password akun VPN melalui dashboard. Fitur ini berguna apabila password perlu diperbarui setelah diketahui pihak lain atau ketika pengguna ingin melakukan pergantian kredensial secara berkala.

Namun, pengeditan akun HostDDNS terbatas pada perubahan password. S-Network memberikan pengelolaan akun yang lebih luas, termasuk mengedit dan menghapus akun VPN. Pada paket di atas Basic, pengguna juga dapat menambahkan akun baru sesuai batas akun paket.

Pengelolaan akun S-Network

  • Mengedit konfigurasi akun VPN
  • Mengganti password atau kredensial akun
  • Menghapus akun yang tidak digunakan
  • Menambahkan akun pada paket di atas Basic
  • Memisahkan akun berdasarkan perangkat atau lokasi

Pengelolaan akun HostDDNS

  • Mengganti password akun VPN
  • Pengaturan dilakukan melalui dashboard
  • Pengeditan akun lainnya lebih terbatas
  • Tidak tersedia pilihan banyak protokol untuk satu akun

Edit Port Local dan Port Public

Port local adalah port pada perangkat atau layanan tujuan di jaringan lokal. Port public adalah port yang digunakan dari internet untuk mengakses layanan tersebut.

HostDDNS memungkinkan pengguna mengganti port local. Ini berguna ketika port layanan pada perangkat berubah, misalnya Winbox berpindah dari port 8291 ke port lain.

Namun, port public HostDDNS tidak termasuk dalam pengaturan yang dapat diubah oleh pengguna. S-Network memungkinkan port public dan port local disesuaikan melalui dashboard.

S-Network

  • Mengubah port public
  • Mengubah port local tujuan
  • Menghapus port yang tidak digunakan
  • Membuat konfigurasi port baru
  • Mengatur TCP, UDP, atau TCP dan UDP

HostDDNS

  • Mengubah port local tujuan
  • Port public tetap menggunakan port yang diberikan
  • Pengaturan tersedia melalui dashboard
  • Cocok untuk konfigurasi yang tidak sering berubah

HTTP, HTTPS, dan Domain pada S-Network

Selain akses port TCP dan UDP, S-Network menyediakan fitur HTTP, HTTPS, dan domain mulai paket Basic. Fitur ini dapat digunakan untuk mempublikasikan aplikasi web lokal menggunakan alamat yang lebih mudah diingat.

  • Website atau aplikasi lokal
  • Dashboard administrasi perangkat
  • Aplikasi e-Rapor sekolah
  • Panel monitoring jaringan
  • Web server kantor atau rumah
  • NAS dengan antarmuka berbasis web
  • Aplikasi internal berbasis browser

Fitur HTTP, HTTPS, dan domain tidak termasuk dalam data layanan HostDDNS yang digunakan dalam perbandingan ini.

Whitelist IP pada Paket di Atas Basic

S-Network menyediakan whitelist IP pada paket di atas Basic. Pengguna dapat membatasi akses hanya dari alamat IP tertentu yang telah diizinkan.

  • Membatasi akses hanya dari jaringan kantor
  • Mengizinkan akses dari alamat IP administrator
  • Melindungi halaman administrasi perangkat
  • Mengurangi akses dari jaringan yang tidak dikenal
  • Mengelola daftar alamat IP yang diperbolehkan

Fitur whitelist IP tidak termasuk dalam data fitur HostDDNS yang digunakan pada perbandingan ini.

Kapan Sebaiknya Memilih HostDDNS?

HostDDNS dapat menjadi pilihan ketika pengguna memerlukan layanan OpenVPN sederhana dengan proses provisioning instan.

  • Hanya membutuhkan protokol OpenVPN
  • Menginginkan provisioning instan melalui dashboard
  • Membutuhkan pilihan server Indonesia
  • Membutuhkan lokasi server Filipina
  • Hanya perlu mengganti password akun VPN
  • Hanya perlu mengganti port local
  • Tidak perlu mengubah port public
  • Tidak membutuhkan HTTP, HTTPS, domain, atau whitelist IP

Kapan Sebaiknya Memilih S-Network?

S-Network lebih sesuai bagi pengguna yang membutuhkan pengelolaan VPN dan port yang lebih fleksibel serta fitur yang dapat dikembangkan mengikuti kebutuhan.

  • Membutuhkan PPTP, L2TP, WireGuard, atau OpenVPN
  • Membutuhkan server Indonesia atau Singapura
  • Perlu mengubah port public dan port local
  • Perlu mengedit atau menghapus akun VPN
  • Membutuhkan beberapa akun VPN
  • Ingin menggunakan HTTP dan HTTPS untuk onlinekan Web lokal
  • Ingin menghubungkan aplikasi lokal dengan domain
  • Membutuhkan pembatasan akses melalui whitelist IP

Kesimpulan S-Network vs HostDDNS

HostDDNS unggul harga yang terjangkau. Layanan ini cocok bagi pengguna yang hanya membutuhkan OpenVPN dan konfigurasi sederhana. Pengguna juga dapat mengganti password VPN serta port local melalui dashboard.

Keterbatasannya, HostDDNS hanya menyediakan OpenVPN dan pengelolaan akun terbatas pada pergantian password. Pengguna tidak dapat mengubah port public dalam fitur yang dibandingkan.

S-Network unggul dari sisi pilihan protokol dan fleksibilitas pengelolaan. Pengguna mendapatkan semua protokol seperti PPTP, L2TP, WireGuard, atau OpenVPN, menggunakan server Indonesia atau Singapura, mengelola akun VPN, serta mengubah port public dan port local.

S-Network juga lebih sesuai untuk kebutuhan yang tidak terbatas pada remote Winbox karena tersedia fitur HTTP, HTTPS, domain, multiakun, dan whitelist IP sesuai paket.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah HostDDNS langsung aktif setelah pembelian?

HostDDNS menyediakan provisioning instan melalui dashboard, sehingga konfigurasi layanan dapat diperoleh tanpa menunggu proses manual.

Protokol VPN apa yang tersedia di HostDDNS?

HostDDNS hanya menyediakan OpenVPN dalam layanan yang dibandingkan.

Apa saja protokol yang tersedia di S-Network?

S-Network menyediakan PPTP, L2TP, WireGuard, dan OpenVPN.

Apakah password VPN HostDDNS dapat diganti?

Ya. Password akun VPN HostDDNS dapat diganti melalui dashboard.

Apakah port local HostDDNS dapat diubah?

Ya. Pengguna dapat mengganti port local tujuan melalui dashboard HostDDNS.

Apakah port public HostDDNS dapat diubah?

Port public tidak termasuk dalam pengaturan yang dapat diedit pada fitur HostDDNS yang dibandingkan.

Apa pilihan lokasi server HostDDNS?

HostDDNS menyediakan pilihan server Indonesia dan Filipina.

Apa pilihan lokasi server S-Network?

S-Network menyediakan server Indonesia dan Singapura.

Apakah S-Network dapat menggunakan domain?

Ya. Fitur HTTP, HTTPS, dan domain tersedia mulai paket Basic S-Network.

Apakah S-Network mempunyai whitelist IP?

Ya. Fitur whitelist IP tersedia pada paket S-Network di atas Basic.

Butuh VPN Remote yang Lebih Fleksibel?

Kelola protokol VPN, akun, port public, port local, lokasi server, domain, HTTP, HTTPS, dan whitelist IP melalui layanan VPN Remote S-Network.

Lihat VPN Remote S-Network

Catatan: perbandingan ini disusun berdasarkan informasi fitur yang tersedia saat artikel dibuat. Harga HostDDNS tidak dimasukkan karena nominalnya tidak tersedia dalam data perbandingan. Harga, protokol, lokasi server, metode provisioning, dan fitur masing-masing penyedia dapat berubah. Periksa informasi terbaru sebelum membeli.